Nganjuk (6/2). Menjelang bulan suci Ramadan, Humas Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ubaidah Kertosono, Abdul Khohar dan Ketua DPD LDII Kabupaten Nganjuk, Moerkani silaturahim dengan Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi. Pertemuan tersebut berlangsung pada Rabu (4/2) di kantor Bupati Nganjuk, Nganjuk, Jawa Timur.
Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara ulama, umaro (pemerintah), dan organisasi kemasyarakatan (ormas) untuk menjaga kondusivitas serta kesejahteraan sosial. Selain membahas agenda keagamaan, pertemuan tersebut juga menyentuh isu-isu terkini terkait kebijakan nasional yang dapat dilaksanakan di tingkat daerah.
Humas Ponpes Al-Ubaidah Kertosono, Khohar, menjelaskan salah satu poin utama kunjungan ini adalah menyampaikan pesan Pengasuh Ponpes Al Ubaidah, Habib Ubaidillah Al Hasany, mengenai rencana kegiatan sosial dan keagamaan yang akan dilaksanakan pada awal bulan Ramadan.
“Kami silaturahim untuk menjalakan amanah dari Habib Ubaidillah untuk berkoordinasi terkait rencana di awal bulan Ramadan. Kami mengundang Bupati beserta jajaran Forkopimda untuk hadir dalam acara buka puasa bersama, yang akan kami rangkaikan dengan pemberian santunan kepada anak yatim dan kaum duafa,” ujar Khohar.
Selain agenda Ramadan, pertemuan tersebut juga membahas tindak lanjut arahan Presiden RI terkait isu lingkungan. Bupati Marhaen menyampaikan pesan penting mengenai pengelolaan sampah dan pola hidup bersih, yang menjadi perhatian serius pemerintah pusat.
Merespons hal tersebut, Khohar menyatakan kesiapan lembaga pendidikan dan organisasi, untuk menjadi motor penggerak edukasi kebersihan bagi warga dan santri, “Bupati menyampaikan hasil pertemuan dari Jakarta terkait himbauan Presiden, termasuk masalah pengelolaan sampah. Ia berpesan agar kami ikut membantu mengedukasi warga mengenai pentingnya pola hidup bersih dan sehat. Kami akan menekankan penyediaan tempat sampah yang memadai di lingkungan kami guna membiasakan warga membuang sampah pada tempatnya,” ungkapnya.
Selain itu, Bupati Marhaen Djumadi menyambut baik inisiatif Ponpes Al-Ubaidah Kertosono dan DPD LDII Nganjuk. Ia berharap kolaborasi ini tidak hanya sukses secara seremonial dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga memberikan dampak dalam perubahan perilaku masyarakat terhadap kebersihan lingkungan di Kabupaten Nganjuk. Kunjungan ditutup dengan komitmen bersama untuk terus menjaga komunikasi yang intens demi terwujudnya masyarakat Nganjuk yang religius, sehat, dan peduli lingkungan.
