Nganjuk (24/12). Kepolisian Resor (Polres) Nganjuk melalui Kaurbinop Binmas, Inspektur Dua (Ipda) Dwi Purnomo, mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ubaidah, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Selasa (23/12). Kunjungan tersebut diisi dengan penyuluhan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) kepada sekitar 600 santri yang mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) serta tes calon muballigh dan muballighoh LDII.

Dalam penyuluhannya, Ipda Dwi Purnomo menjelaskan tugas pokok Polri sebagaimana tertuang dalam Pasal 13 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002, yakni memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Ia menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri dan TNI, melainkan juga seluruh elemen masyarakat, termasuk para santri. Menurutnya, peran santri dan para dai sangat penting dalam menyampaikan pesan-pesan positif kepada masyarakat luas demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif. “Tanpa bantuan masyarakat, khususnya santri dan para dai yang mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat, akan sangat berat menciptakan kondisi keamanan yang kondusif,” ujarnya.

Ipda Dwi juga berpesan agar para santri bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, khususnya di media sosial. Ia mengimbau agar tidak mudah membagikan berita yang belum jelas kebenarannya dan berpotensi mengganggu Kamtibmas, “Jika menerima informasi yang belum pasti, jangan langsung dibagikan. Cukup dipahami dan dikonfirmasi kebenarannya terlebih dahulu. Apabila berpotensi mengganggu kamtibmas, bisa dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas di desa masing-masing,” tambahnya.

Penyuluhan tersebut bertujuan menumbuhkan rasa nasionalisme dan kecintaan terhadap bangsa di kalangan santri, sehingga mereka memiliki rasa memiliki dan tanggung jawab untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Ia juga menekankan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang patut dibanggakan dengan kondisi keamanan yang relatif kondusif dibandingkan negara lain.

Sementara itu, santri asal Nganjuk, Chika Arlist Nur Waliyan, mengaku mendapatkan banyak pesan penting dari pembekalan harkamtibmas tersebut. Menurutnya, santri perlu lebih peduli terhadap penegakan hukum, terutama di lingkungan masing-masing, “Salah satu pesan pentingnya adalah kita harus tahu siapa Bhabinkamtibmas di wilayah kita, mencatat nomor teleponnya, serta memahami perannya,” ujarnya.

Chika berharap, sebagai calon muballighoh, dirinya dapat menaati peraturan dan undang-undang yang berlaku serta ikut mengayomi masyarakat dengan menjalin kerja sama yang baik bersama Polri.