Nganjuk (13/1). Polres Nganjuk menggelar sosialisasi mengenai tata tertib berlalu lintas kepada para santri yang mengikuti diklat dan tes calon muballigh-muballighoh LDII. Kegiatan tersebut berlangsung pasa Selasa (13/1/2026) di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ubaidah, Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur.
Kepala Unit Keselamatan dan Ketertiban Masyarakat (Kanit Kamsel), Ipda Dwi Purnomo pada kesempatan itu, mengajak santri untuk mematuhi peraturan lalu lintas, demi keselamatan diri dan orang lain. Di hadapan 1.000-an santri dari dalam dan luar negeri, ia memaparkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Ia menerangkan kecelakaan lalu lintas merupakan suatu peristiwa di jalan yang tidak diduga dan tidak disengaja, melibatkan kendaraan dengan atau tanpa pengguna jalan lain, yang mengakibatkan korban jiwa maupun kerugian harta benda.
Lebih lanjut, Ipda Dwi mengungkapkan terdapat empat faktor penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas, yakni faktor manusia (human error), faktor kondisi jalan, faktor alam, dan faktor kendaraan. Dari keempat faktor tersebut, faktor manusia atau pengemudi menjadi penyebab terbesar, yakni sekitar 61 persen dari total kecelakaan lalu lintas di Indonesia.
Kepada para santri, Ipda Dwi Purnomo berpesan agar keselamatan selalu menjadi prioritas utama. Ia juga berharap para calon muballigh dan muballighoh nantinya, dapat menyisipkan pesan-pesan keselamatan berlalu lintas dalam setiap ceramah atau dakwah. Pesan tertib berlalu lintas itu, agar terus disampaikan di tempat tugas masing-masing, seperti pentingnya menggunakan helm dan mematuhi aturan lalu lintas.
Terkait sikap santri dalam menyikapi pelanggaran lalu lintas di lingkungan sekitar, Ipda Dwi menilai para santri telah memiliki kesadaran untuk saling mengingatkan demi kebaikan dan keselamatan bersama. Ia menekankan pentingnya menegur dengan cara yang santun, tidak menyakitkan, dan tidak menyinggung perasaan, baik kepada teman, keluarga, maupun masyarakat sekitar.

Ipda Dwi juga mengapresiasi antusiasme ribuan santri yang mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, meskipun kegiatan berlangsung pada jam rawan mengantuk, yakni antara pukul 13.00 hingga 15.00 WIB, para peserta tetap terlihat fokus dan bersemangat. Hal itu menunjukkan materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh para santri.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran dan kepatuhan terhadap tata tertib lalu lintas semakin meningkat, khususnya di kalangan generasi muda dan para calon dai yang akan menjadi teladan di tengah masyarakat.
