Nganjuk (5/4). Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan tampak terlihat dari aksi para santri Pondok Pesantren (Ponpes) Millenium Alfiena bersama warga Lengkong membersihkan saluran air atau sungai. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (5/4/2026 tersebut, merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Sekretaris Daerah Kabupaten Nganjuk untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1089 Kabupaten Nganjuk.
Dengan mengusung tema “Harmoni Bumi Anjuk Ladang, Melesat dan Sejahtera”, puluhan peserta dari berbagai unsur membersihkan saluran air di sepanjang Jalan Merdeka Timur dan Jalan Telaseh. Mereka bahu-membahu mengangkat sampah, mengeruk endapan lumpur, serta merapikan lingkungan sekitar guna memastikan aliran air kembali lancar.
Kegiatan ini diikuti oleh 40 santri Pondok Pesantren Millenium Alfiena, 15 atlet Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), serta masyarakat sekitar. Gotong-royong warga itu, juga dihadiri Camat Lengkong Wardoyo, Kepala Desa Lengkong Pipit Teguh Harianto, dan Bintara Pembina Desa (Babinsa). Kehadiran mereka untuk memberikan dukungan sekaligus teladan dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Penanggung jawab kegiatan, Humas Ponpes Millenium Alfiena, Sofyan Tsauri, menegaskan kerja bakti ini tidak sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, “Lingkungan yang bersih adalah tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa menjaga kebersihan bukan hanya saat momentum tertentu, tetapi harus menjadi kebiasaan sehari-hari,” ujarnya.
Ia menambahkan, kebersihan saluran air memiliki peran penting dalam mencegah berbagai permasalahan lingkungan, seperti banjir, pencemaran, hingga munculnya penyakit. Oleh karena itu, keterlibatan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Aksi bersih-bersih ini juga menjadi sarana edukasi bagi para santri dan generasi muda tentang pentingnya merawat bumi. Mereka diajak untuk tidak hanya memahami nilai-nilai kebersihan dalam teori, tetapi juga mengamalkannya secara langsung dalam kehidupan sehari-hari, “Menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah. Alam yang kita rawat hari ini adalah warisan bagi generasi mendatang,” tambah Sofyan.
Suasana kebersamaan terasa hangat sepanjang kegiatan. Warga dan santri bekerja tanpa sekat, saling membantu dan berinteraksi dengan penuh keakraban. Nilai gotong royong yang menjadi kearifan lokal pun kembali hidup di tengah masyarakat. Camat Lengkong, Wardoyo, mengapresiasi inisiatif Warga Lengkong dan Pondok Pesantren Millenium Alfiena yang memiliki kesadaran peduli terhadap lingkungan.
Menurutnya, kolaborasi seperti ini perlu terus digalakkan agar kesadaran kolektif semakin kuat, “Kegiatan seperti ini sangat positif. Selain menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, juga mempererat hubungan antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga pendidikan,” ungkapnya.
Dengan selesainya kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan terus tumbuh. Justru, momentum Hari Jadi Nganjuk ke-1089 menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah harus sejalan dengan kelestarian lingkungan. Sebab pada akhirnya, kesejahteraan yang sesungguhnya bukan hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan menjaga harmoni antara manusia dan alam.









