Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Singgih Januratmoko menyalurkan bantuan Program Kemaslahatan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) berupa smart board kepada Pondok Pesantren Al Ubaidah, Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al Ubaidah, Habib Ubaidillah Al Hasany, didampingi Humas Pondok Pesantren Al Ubaidah, Abdul Kohar, dan pengurus pondok lainnya.
Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan keagamaan, melalui pemanfaatan teknologi digital di lingkungan pondok pesantren, “Transformasi digital di lembaga pendidikan Islam merupakan kebutuhan yang tidak bisa dihindari. Menurutnya, pemanfaatan perangkat pembelajaran berbasis teknologi akan meningkatkan efektivitas kegiatan pondok pesantren dalam memajukan pendidikan keagamaan,” ujar Singgih dalam siaran persnya pada Jumat (24/7/2026).
Ia juga menegaskan digitalisasi pondok pesantren menjadi langkah yang sangat penting. Harapannya, smart board tersebut dapat mendukung proses belajar mengajar agar lebih interaktif, efektif, dan mampu meningkatkan kualitas pendidikan para santri. Pesantren harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang menjadi fondasinya,” ujar Singgih.
Ia menambahkan, Program Kemaslahatan BPKH merupakan bentuk nyata pemanfaatan nilai manfaat dana haji, yang memberikan dampak luas bagi umat, termasuk dalam sektor pendidikan, “Melalui program ini, kami ingin memastikan manfaat yang dihasilkan dari pengelolaan dana haji dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas, salah satunya melalui peningkatan sarana pendidikan di pondok pesantren. Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mencetak generasi yang unggul, religius, dan melek teknologi,” katanya.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Al Ubaidah, Habib Ubaidillah Al Hasany, menyampaikan apresiasi dan bersyukur atas bantuan smart board yang diberikan melalui program Kemaslahatan BPKH, “Insyaallah fasilitas ini akan kami manfaatkan sebaik-baiknya untuk menunjang aktivitas pembelajaran dan berbagai kegiatan di pondok pesantren. Kehadiran teknologi ini tentu akan semakin memudahkan para ustaz dan santri dalam proses belajar mengajar,” ujar Habib Ubaidillah.
Habib Ubaid menegaskan sinergi antara pondok pesantren dan wakil rakyat, memungkinkan para pengurus memajukan pendidikan para santri, “Pembinaan yang berkesinambungan memerlukan sinergi antarlembaga, termasuk dengan DPR RI. Kami berkomitmen membina para santri, untuk menjadi generasi unggul yang membawa kemajuan bagi bangsa,” papar habib Ubaidillah.
Dengan adanya bantuan smart board dari Program Kemaslahatan BPKH, diharapkan Pondok Pesantren Al Ubaidah semakin siap mengembangkan sistem pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus tetap mempertahankan karakter pendidikan pesantren yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.









