Derasnya arus informasi di era digital menuntut calon pendakwah memiliki bekal keagamaan yang tinggi, sekaligus keluasan wawasan dan kemampuan menyaring informasi. Pesan tersebut ditegaskan Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Jawa Timur, Kombes Pol Darman, saat memberikan pembekalan wawasan kebangsaan kepada santri Pondok Pesantren Al Ubaidah Kertosono, Kamis (17/9/2026.
Berdiri di hadapan sekitar seribuan calon juru dakwah yang sedang mengikuti diklat dan ujian calon muballigh-muballighot, Kombes Pol Darman, membahas peran pendakwah dalam menghadapi perkembangan informasi, menjaga kerukunan, serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Kombes Pol Darman berpesan agar calon pendakwah menjadi pribadi yang kuat dalam akidah, luas dalam wawasan, santun dalam berdakwah, serta mampu hadir untuk memberikan kemaslahatan bagi masyarakat. Dalam pertemuan itu, ia menjelaskan terdapat korelasi antara tugas Binmas dengan peran muballigh dan muballighot, “Meskipun memiliki bidang peran yang berbeda, keduanya memiliki tujuan yang sama, yakni membangun masyarakat yang harmonis dan menjaga ketertiban kehidupan bersama,” ujarnya.
Dalam menjalankan tugasnya, Binmas berperan membina masyarakat, membangun komunikasi, mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), melakukan deteksi dini, problem solving, serta membangun kemitraan dengan masyarakat. Sementara muballigh dan muballighot memiliki peran membina umat, membangun silaturahim, mencegah perilaku menyimpang, meningkatkan kepekaan sosial, memberikan nasihat, serta menumbuhkan semangat gotong royong.
Kombes Pol Darman juga menekankan pentingnya kemampuan calon pendakwah dalam menyaring derasnya informasi yang beredar di media sosial. Menurutnya, pendakwah harus mampu menerima informasi dengan baik sebelum menyampaikannya kepada masyarakat. Informasi yang diterima perlu dijernihkan dan dipastikan kebenarannya sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun persoalan di tengah masyarakat.
Selain itu, ia juga mengajak generasi calon pendakwah agar dapat mengambil bagian dalam mempersiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Hal tersebut dilakukan dengan membangun kekuatan akidah sekaligus memperluas wawasan kebangsaan.
Menurutnya, upaya merawat kebinekaan tidak cukup hanya disampaikan melalui ceramah. Nilai tersebut perlu diwujudkan melalui keteladanan serta kemampuan menciptakan suasana damai di tengah masyarakat. Sementara itu, Ketua DPW LDII Jawa Timur, Moch. Amrodji Konawi, menyampaikan bahwa bekal ilmu Al Quran dan Hadis yang diperoleh para santri, harus disampaikan dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat Indonesia yang majemuk.
Karena itu, dakwah perlu dilakukan secara sejuk tanpa menjatuhkan pihak lain. Dengan pendekatan tersebut, moderasi beragama, toleransi, serta persatuan dan kesatuan dapat terus terjaga. Amrodji juga menekankan bahwa tugas muballigh dan muballighot adalah mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Di saat yang sama, mereka memiliki tanggung jawab menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara melalui konsep green dakwah.
Dakwah santun, menurut Amrodji mampu menghadirkan kesejukan di tengah masyaakat, membangun kepedulian sosial, dan memberikan kemanfaatan bagi lingkungan masyarakat. Dalam kesempatan itu, Pengasuh Pondok Pesantren Al Ubaidah, Habib Ubaidillah Al Hasany, menegaskan pembentukan karakter santri untuk mencintai agama dan bangsa merupakan amanat yang harus dijaga oleh generasi penerus pondok.

Menurutnya, kecintaan terhadap agama dan bangsa Indonesia tidak boleh dipisahkan. Kecintaan kepada agama diwujudkan dengan menata ibadah secara tekun, tertib, dan benar. Sementara kecintaan kepada bangsa diwujudkan dengan menjaga kehidupan yang harmonis di tengah masyarakat Indonesia yang terdiri atas berbagai agama dan latar belakang, “Nilai tersebut merupakan amanat para pendiri pondok yang perlu diteruskan oleh setiap generasi,” ujarnya.
Melalui pembekalan wawasan kebangsaan tersebut, Ponpes Al Ubaidah berharap calon pendakwah mampu mengambil peran dalam menjaga keharmonisan masyarakat, di tengah perkembangan informasi dan keberagaman bangsa.









