Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ubaidah, Habib Ubaidillah Al Hasany memberikan pembekalan kepada para pengajar. Mereka adalah para guru dari Ponpes Al Ubaidah Kertosono, Al Ubaidah 2 Kudu, dan Millenium Alfiena Lengkong.
Pembekalan tersebut berlangsung di Ponpes Al Ubaidah, Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur pada Jumat (11/9/2026). Dalam pertemuan tersebut, Habib Ubaidillah Al Hasany menekankan pentingnya peran pengajar dalam membentuk karakter para santri. Menurutnya, tugas seorang pengajar tidak cukup hanya menyampaikan materi atau memberikan nasihat, tetapi juga harus mampu memberikan contoh melalui perilaku sehari-hari.
Habib Ubaidillah mengingatkan agar para pengajar menjaga akhlak dan kewibawaannya di hadapan santri. Sebab, perilaku seorang pengajar sangat mudah menjadi contoh dan ditiru oleh para santri, “Jangan berhenti hanya pada mengajar, yang paling penting adalah bagaimana kita memberikan contoh yang baik. Sebaik-baiknya nasihat itu bukan hanya dari ucapan, tapi dari perbuatan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan para pengajar agar memiliki daya juang yang tinggi dalam menjalankan tugasnya sebagai bagian dari perjuangan sabilillah. Menurutnya, tugas mendidik perlu dijalankan dengan niat yang ikhlas agar setiap proses yang dilakukan dapat menjadi amal jariyah. “Kalau kita menjalankan tugas ini dengan niat karena Allah dan terus berjuang, insyaallah apa yang kita lakukan tidak berhenti pada pekerjaan saja, tetapi bisa menjadi amal yang terus mengalir,” pesannya.
Pembekalan tersebut juga memberikan motivasi bagi para pengajar, agar tetap konsisten menjalankan tugas sebagai guru. Pengajar Pondok Pesantren Al Ubaidah, Edwin Arun mengaku terdorong untuk meningkatkan amal salehnya setelah mengikuti kegiatan tersebut. Edwin berharap dapat meningkatkan kemampuannya dalam berdakwah dan mengajak para santri untuk lebih aktif dalam melakukan kebajikan, “Saya jadi termotivasi untuk meningkatkan amal saleh. Dengan dasar public speaking yang saya punya, saya berharap bisa berdakwah dengan lebih baik lagi dan menggerakkan para santri dalam kebajikan,” ujar Edwin.
Hal senada disampaikan Pengajar Ponpes Millenium Alfiena, Fatimah Hadissun. Menurutnya, sebagai tenaga pendidik yang masih baru, ia merasa pembekalan tersebut menjadi pengetahuan penting sebelum menjalankan tugas mengajar, “Saya masih baru menjadi tenaga pendidik Ponpes di Lengkong, merasa terbantu dengan materi ini, yang menjadi fondasi saya saat mengajar nantinya,” kata Fatimah.

Sementara itu, Humas Pondok Pesantren Al Ubaidah, Febry Dwi Achmad Kahardini, menyebut kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus berbagi pengalaman antara pengasuh pondok dengan para pengajar yang mayoritas berasal dari kalangan pemuda. Menurut Febry, keterlibatan generasi muda dalam perjuangan di jalan Allah, perlu terus diberikan ruang, dengan tetap mendapatkan pendampingan dan bimbingan dari para pengasuh, “Saat ini saatnya regenerasi. Jadi, para pemuda kami sediakan waktu untuk ikut andil dalam perjuangan di jalan Allah, dengan tetap kami dampingi dan kami bimbing,” ujar Febry.
Ia berharap pembekalan tersebut tidak hanya memberikan tambahan pengetahuan bagi para pengajar, tetapi juga memperkuat kesiapan mereka dalam mendampingi dan membentuk karakter para santri.









