Manusia yang cerdas menurut Rasulullah adalah mereka yang selalu menghitung amalannya. Kebiasaan ini semacam perilaku mengevaluasi diri, agar kehidupan dunia tidak melalaikan akhirat.
Itulah pesan nasehat dari Ust. Najib Budihni, usai salat Jumat di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ubaidah, Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur pada 23 Oktober 2026.
Ia mengajak santri untuk mensyukuri nikmat Allah SWT, mengevaluasi amalan, dan memprioritaskan kehidupan akhirat, “Mengukur Kesungguhan dalam Beribadah
Najib mengingatkan bahwa rasa syukur atas nikmat Allah perlu diiringi kesungguhan dalam beribadah,” tuturnya.
Ia mengajak santri mengevaluasi waktu yang digunakan untuk mengingat Allah dibandingkan dengan kesibukan sehari-hari, “Coba diingat, berapa menit kita ingat kepada Allah dalam sehari-hari?” ujarnya.
Ia juga mengutip firman Allah dalam Surah Al-Insyirah ayat 7, “Fa idza faraghta fanshab”, sebagai pengingat agar manusia tetap bersungguh-sungguh dalam menjalankan kebaikan setelah menyelesaikan suatu urusan.
Najib menegaskan, harapan memperoleh surga perlu diiringi ikhtiar dan kesungguhan dalam beramal, “Saya tidak pernah melihat semisal dari surga didapatkan dengan cara tidur,” tuturnya.
Dalam nasehatnya, Najib mengajak santri membiasakan introspeksi sebelum tidur dengan menimbang kembali aktivitas harian, termasuk membandingkan waktu untuk beribadah dengan kesibukan duniawi. Ia mengisahkan Baitul Hikmah di Baghdad dan kontribusi ilmuwan muslim terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Ia mengajak agar menjadikan warisan intelektual Islam menjadi motivasi bagi generasi muslim untuk terus belajar dan mengembangkan ilmu.
Menutup nasihatnya, Najib mengingatkan pentingnya menempatkan urusan dunia dan akhirat secara tepat, “Kita jangan sampai salah dalam memprioritaskan waktu kita di dunia, jangan sampai kita mencari dunia terlebih dulu, tapi akhiratnya di kedua-kan,” pesannya.
Melalui nasihat tersebut, santri diharapkan senantiasa memperbaiki amalan, memanfaatkan waktu dengan bijak, serta tidak membiarkan kesibukan duniawi melalaikan persiapan menuju kehidupan akhirat.








