Ketua Umum DPP LDII periode 2026–2031, Dody Taufiq Wijaya, menekankan pentingnya mencetak pemimpin baru dalam tubuh organisasi. Pernyataan itu ia lontarkan saat Musyawarah Nasional (Munas) ke-10 LDII di Grand Ballroom Minhajurosyidin, Jakarta Timur, pada Kamis (9/4/2026).
Hal tersebut disampaikannya usai memberikan apresiasi atas dedikasi Ketua Umum sebelumnya, KH Chriswanto Santoso. Ia mengungkapkan rasa terima kasih atas kontribusi dan pengabdian KH Chriswanto Santoso selama menjabat.
Menurutnya, kepemimpinan yang dijalankan tidak hanya berdampak secara organisasi, tetapi juga melahirkan generasi penerus yang siap melanjutkan estafet perjuangan, “Juga terima kasih atas arahan dan bimbingan beliau selama ini,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menilai gaya kepemimpinan tersebut berhasil menumbuhkan kader-kader muda yang memiliki kapasitas kepemimpinan, “Leaders don’t create followers, they create more leaders,” ujarnya, menggambarkan sosok pemimpin yang mampu melahirkan pemimpin baru.
Menanggapi hal tersebut, Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ubaidah Kertosono turut mengambil peran strategis dalam mencetak generasi muda yang siap menjadi pemimpin di tengah masyarakat. Sebagai lembaga pendidikan dan pelatihan dai dan daiyah, ponpes ini secara konsisten membina santri agar mampu memimpin kelompok pengajian, baik di wilayah perdesaan hingga kawasan metropolitan.
Pengasuh Ponpes Al Ubaidah, Habib Ubaidillah Al Hasany, menegaskan bahwa pendidikan kepemimpinan menjadi bagian penting dalam proses pembinaan santri, “Ponpes Al Ubaidah berupaya menanam karakter luhur santri dengan penerapan praktik secara langsung selama di pesantren, buahnya akan dirasakan ketika terjun dalam masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembinaan tersebut tidak hanya menitikberatkan pada aspek keilmuan, tetapi juga pada kemampuan komunikasi, manajemen, serta kesiapan mental dalam menghadapi tantangan dakwah di berbagai lapisan masyarakat.
Dengan demikian, semangat menciptakan pemimpin baru sebagaimana disampaikan Ketum LDII selaras dengan misi Ponpes Al Ubaidah dalam menyiapkan dai dan daiyah muda yang adaptif, berkarakter, dan siap mengemban peran kepemimpinan di masa depan.









