Perhelatan Musyawarah Nasional (Munas) ke-10 LDII pada 7-9 April 2026, di Grand Ballroom Minhajurrosyidin, Jakarta Timur, menampilkan pentas seni dan budaya. Salah satu momen menarik, adalah tampilnya salah satu pengajar Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ubaidah Kertosono, Rudy Hadi Wijaya. Ia memainkan kendang dalam rangkaian acara pembukaan.
Pada kesempatan tersebut, Persinas ASAD menampilkan koreografi bertajuk “Gerak Sakti: Penjaga Perdamaian Negeri.” Penampilan ini memadukan teknik pencak silat dengan unsur seni pertunjukan, sehingga menghadirkan harmoni antara ketangkasan, estetika, dan kearifan budaya nusantara.
Sekretaris Umum Pengurus Besar Persinas ASAD, Weda Hendragiri, menjelaskan penampilan tersebut merupakan wujud kontribusi generasi muda untuk menyukseskan Munas X LDII 2026. Ia juga menekankan pentingnya peran aktif generasi muda dalam mengembangkan organisasi, “Penampilan ini menjadi bagian dari kontribusi generasi muda dalam menyemarakkan Munas. Kami berharap generasi muda terus berinovasi, berkarya, dan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan organisasi,” ujarnya.
Dalam penampilan tersebut, Rudy Hadi Wijaya ditunjuk sebagai pemain kendang yang mengiringi jalannya koreografi. Permainan kendang yang dinamis turut memperkuat nuansa pertunjukan, sehingga mampu membangun suasana yang hidup dan penuh semangat, “Kami terlibat dalam pementasan ini merupakan bentuk keselarasan atau sinergi, antara nilai keagamaan dan pelestarian budaya. Kami selain mengajar ilmu agama, juga berupaya melestarikan kebudayaan yang selaras dengan nilai-nilai Islam,” paparnya.
Ia berpendapat, penampilan Persinas ASAD dalam Munas X LDII bisa menunjukkan bahwa budaya dan nilai-nilai keagamaan dapat berjalan beriringan, “Di tengah arus globalisasi, pelestarian budaya lokal menjadi tanggung jawab bersama,” ungkapnya.






