Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ubaidah, Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur menerima kunjungan tim Bank Muamalat Indonesia Cabang Kediri. Pertemuan yang berlangsung pada Kamis (30/4/2026) itu, menjadi langkah awal kerja sama untuk mendorong literasi dan inklusi keuangan haji di lingkungan pesantren serta warga sekitar.
Pengasuh Ponpes Al Ubaidah, Habib Ubaidillah Al Hasany, menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menilai, di tengah perkembangan ekonomi yang semakin cepat, santri tidak cukup hanya dibekali ilmu agama, tetapi juga perlu memahami pengelolaan keuangan berbasis syariah, terutama yang berkaitan dengan perencanaan ibadah haji.
Menurut Habib Ubaidillah, pesantren memiliki posisi strategis untuk membentuk generasi yang religius sekaligus melek finansial. Dengan pemahaman tersebut, santri diharapkan mampu mengamalkan ilmunya saat terjun di tengah masyarakat, termasuk dalam mengedukasi pentingnya perencanaan keuangan haji.
“Santri kalangan Gen-Z ini sudah cerdas, kita arahkan kecerdasan itu ke hal-hal yang baik, terutama dalam masalah manajemen keuangan,” ujarnya.
Branch Manager Bank Muamalat Kediri Raya, Muhammad Mundzir, menyatakan siap mendukung melalui berbagai program edukasi. Kegiatannya meliputi seminar literasi keuangan haji, pelatihan perencanaan keuangan syariah, hingga pendampingan akses layanan perbankan syariah bagi santri dan masyarakat, “Kami akan memberikan langkah nyata untuk bisa mengedukasi, berawal dari pelatihan, selanjutnya kami arahkan praktik secara langsung,” ungkapnya
Mundzir juga menyebut pesantren sebagai mitra potensial dalam memperluas literasi keuangan syariah. Ia berharap para santri tidak hanya menjadi pengguna layanan, tetapi juga mampu menjadi penyambung informasi kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan keuangan untuk ibadah haji.
“Di era saat ini, informasi-informasi sangat dibutuhkan, jika santri dibekali ilmu pengelolaan keuangan yang baik, harapannya mampu memperluasnya ke masyarakat,” tambahnya.
Dalam waktu dekat, program edukasi mulai dijalankan dengan pendekatan yang praktis dan mudah dipahami.
Menutup pertemuan, Habib Ubaidillah menegaskan, kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang mandiri, amanah, dan siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan, “Kolaborasi ini sangat baik, ini bisa mengajarkan pada santri untuk bersiap menghadapi gejolak kehidupan di masa depan,” pungkasnya.









