Para santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ubaidah, menghadiri workshop dalam perhelatan Generasi Festival (GenFest) side event Musyawarah Nasional (Munas) ke-10 LDII. GenFest dihelat di Padepokan Persinas ASAD, Ponpes Minhajurosyidin, Jakarta, pada Jumat (9/4/2026).
Workshop kewirausahaan tersebut menghadirkan Andy Nur Rohman, founder Juragan Cilik Group dan Oktavian Fauzi, owner Jabon Group.
Dalam pemaparannya, kedua pemateri mengajak generasi muda LDII untuk lebih berani terjun ke dunia usaha. Mereka menekankan pentingnya kreativitas, keberanian keluar dari zona nyaman, serta ketangguhan dalam menghadapi tantangan bisnis sejak usia muda.
“Generasi muda harus keluar dari zona nyaman. Kita dituntut untuk kreatif dan aktif jika ingin meraih kesuksesan di usia muda,” ujar Oktavian Fauzi.
Oktavian yang dikenal sebagai eksportir muda tersebut juga membagikan pengalamannya menghadapi berbagai kegagalan dalam merintis usaha. Ia menegaskan bahwa kegagalan merupakan bagian dari proses menuju keberhasilan, “Habiskan jatah gagalmu di usia muda, kelak kamu akan menikmati hasilnya,” tambahnya.
Senada dengan itu, Andy Nur Rohman mengingatkan pentingnya keberanian untuk memulai, tanpa harus menunggu kondisi yang sempurna, “Jalani saja dulu prosesnya, sambil terus belajar dari setiap kegagalan dan bangkit kembali,” ungkap Andy.
Menanggapi dua pemateri, Rifki Afifan, santri Ponpes Al Ubaidah bersyukur atas bekal yang telah diperoleh selama nyantri. Menurutnya, Ponpes Al Ubaidah tidak hanya membekali santri dengan ilmu keagamaan, tetapi juga menanamkan jiwa kewirausahaan sejak dini.
Ia merujuk berbagai program kewirausahaan, seperti pengelolaan koperasi santri, pelatihan manajemen usaha, talkshow kewirausahaan, hingga praktik langsung melalui kegiatan Festival Lapak dan Mall Barokah, “Ponpes Al Ubaidah mengajarkan kami untuk mandiri secara ekonomi, sekaligus tetap berpegang pada nilai-nilai luhur dalam berbisnis,” tuturnya.









