Komandan Komando Resor Militer (Danrem) 082/CPYJ, Kolonel Inf Batara Alex Bulo membekali 2.000 peserta Perkemahan Tahun Ajaran Cinta Alam Indonesia (Permata CAI) ke-47 dengan wawasan kebangsaan dan bela negara. Perkemahan yang bertujuan membangun generasi muda yang berwawasan kebangsaan tersebut, berlangsung di Perkemahan Kosambiwojo, Wonosalam, Jombang, Jawa Timur pada Rabu (1/6/2026).
Di hadapan peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara tersebut, Kolonel Batara menyoroti tantangan bangsa di era modern, salah satunya ancaman proxy war. Ia juga menekankan pentingnya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari berbagai pengaruh eksternal.
Dalam sesi pembekalan, Danrem juga berdialog langsung dengan 12 santri Pondok Pesantren Gadingmangu yang memiliki pengalaman menempuh pendidikan di luar negeri, di antaranya Malaysia, China, Singapura, Taiwan, Amerika Serikat, Australia, dan Suriname, “Wawancara ini bertujuan untuk mengukur sekaligus mengapresiasi rasa bangga serta pemahaman para santri terhadap esensi bela negara setelah berinteraksi dengan dunia internasional,” ujar Kolonel Batara.
Ia menegaskan pengalaman global yang dimiliki para santri seharusnya menjadi bekal untuk memperkuat rasa cinta tanah air dan nasionalisme. Dalam materinya, Danrem juga menyinggung potensi strategis wilayah Korem 082/CPYJ yang membawahi enam kabupaten dan dua kota. Salah satu daerah yang disoroti ialah Kabupaten Lamongan yang dinilai konsisten menjaga ketahanan pangan nasional melalui sinergi antara TNI, masyarakat, dan jajaran di lapangan.
Selain itu, Kolonel Batara mengajak peserta belajar dari sejarah Jawa Timur yang pernah menjadi pusat Kerajaan Majapahit. Menurutnya, konflik internal menjadi salah satu faktor yang dapat melemahkan kekuatan suatu bangsa. Pesan tersebut dikaitkan dengan tantangan era digital saat ini, termasuk pentingnya menjaga keamanan informasi. Ia mengingatkan agar informasi yang bersifat rahasia tidak disampaikan melalui media komunikasi yang rentan, “Saran saya, laporan yang bersifat rahasia jangan lewat WA. Indonesia punya budaya caraka, yaitu mengantar surat melalui orang. Maka saya sarankan untuk tidak melaporkan hal yang bersifat rahasia melalui WA,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Permata CAI 47, Achmad Fawwaz, mengapresiasi materi bela negara yang disampaikan Danrem dan menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti pesan tersebut melalui pembinaan kepemudaan, “Kami mengapresiasi Danrem dalam menyampaikan materi bela negara. Kami akan menindaklanjuti amanah beliau dalam mencetak generasi yang bela negara,” ujarnya.

Senada dengan itu, Humas Ponpes Al Ubaidah Kertosono, Yayak Agus Subiantoro, menyampaikan bahwa penguatan nasionalisme juga menjadi bagian dari pembinaan santri di lingkungan pesantren, “Di Ponpes Al Ubaidah Kertosono kami turut mencetak generasi bangsa yang memiliki jiwa nasionalisme tinggi. Kami menghadirkan pemateri dari MUI, Kemenag, TNI, Polri, dan Kejaksaan untuk membekali para santri,” jelasnya.









