Penggerak Pembina Generus (PPG) Pondok Pesantren Al Ubaidah Kertosono membekali remaja putri dengan keterampilan memasak melalui pelatihan memasak. Kegiatan pada Minggu (18/10/2026) tersebut, diisi dengan mempraktikkan resep sayur sop, perkedel kentang, dan sambal kecap.
Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Masjid Baitul A’la Tanah Baru, Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur. “Keterampilan memasak bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, untuk bekal bagi mereka di kemudian hari. Agar kelak ketika sudah berumah tangga bisa mempunyai keterampilan masak dan menjadi istri yang sholihah,” ujar salah satu pemateri Kusumaning Ayu Dewi Setya Ningrum.
Bersama Eny Dwi Utami, Ayu memandu peserta mengenali tahapan pengolahan bahan makanan hingga penyajian hidangan. Selain mengasah kecakapan praktis, kegiatan ini juga menumbuhkan kemandirian, kedisiplinan, dan tanggung jawab serta mempererat kerukunan antarpeserta. Nilai-nilai tersebut selaras dengan penerapan 29 Karakter Luhur, khususnya karakter kemandirian dan kerukunan.
Eny menekankan pentingnya pembelajaran kemandirian sebagai bekal bagi generasi penerus (Generus) putri dalam menjalani kehidupan sehari-hari. “Saya berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi remaja putri sehingga ilmu yang telah diperoleh tidak hanya dipahami, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari seperti membantu ibu nya memasak,” ujar Ayu.
Mereka diharapkan semakin terampil, berani mencoba, dan terbiasa melakukan sesuatu secara mandiri. Ke depannya, kegiatan ini dapat dikembangkan melalui praktik memasak secara rutin atau mengadakan lomba memasak untuk mengasah kemampuan, kreativitas, dan kerja sama mereka.
“Dengan adanya kegiatan lanjutan, keterampilan yang sudah dipelajari dapat terus ditingkatkan sehingga tujuan pembentukan generasi putri yang mandiri, unggul, terampil dan bertanggung jawab bisa tercapai dengan lebih baik,” ungkapnya.
Pelatihan tersebut diikuti sekitar 80 remaja putri dari Pondok Pesantren Al Ubaidah Kertosono dan Pondok Pesantren Millenium Alfiena Lengkong. Pelaksanaannya turut didukung sekitar 20 panitia dari Kegiatan Muda-Mudi (KMM) dan Generasi Penerus Al Ubaidah (GPA).
Salah satu peserta, Reyzahra Minervana, menyambut antusias pelatihan tersebut karena memperoleh pengalaman baru dalam mengolah makanan sekaligus menjalin kerja sama dengan teman-temannya. “Alhamdulillah bisa belajar banyak cara membuat sop, perkedel dan sambel kecap, oh ya ngga cuma itu kita juga seneng bisa bekerjasama bareng temen-temen jadi masak-masaknya makin seruu. Ngga sabar pengen praktek dirumah,” tuturnya.

Reyzahra juga berharap PPG dapat memperluas ragam kegiatan keputrian agar peserta memperoleh pengalaman dan kecakapan baru. “Untuk PPG pesan dari saya supaya terus bisa membuat acara keputrian yang seru dan bisa melatih kreativitas, mungkin selain memasak kita juga pengen tahu caranya menjahit, menanam bunga, fotografi, dan sebagainya,” pungkasnya.









