Ratusan santri dari berbagai lembaga pendidikan Islam dan pondok pesantren di Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur mengikuti Pawai Ta’aruf. Pawai tersebut untuk memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026, pada Minggu (18/10/2026).
HSN didedikasikan untuk mengenang perjuangan santri dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah dan persatuan bangsa. Peserta pawai berasal dari berbagai jenjang pendidikan Islam, mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), hingga Madrasah Diniyah (Madin) se-Kecamatan Lengkong.
Sejumlah lembaga yang turut berpartisipasi di antaranya Al Aziz, Al Muttaqin, MI Reseller, Al Islamiyah, Azzain, serta Pondok Pesantren Al Aziz Jatisawahan, Daruttolibin Jatisari, dan Millenium Alfiena Lengkong.
Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Lengkong, Maksum, mengatakan bahwa Pawai Ta’aruf tidak sekadar seremoni peringatan Hari Santri Nasional, tetapi juga sarana menanamkan nilai perjuangan, kebersamaan, dan semangat pengabdian kepada para santri.
Menurutnya, nilai-nilai perjuangan para pahlawan perlu terus diwariskan kepada generasi muda, khususnya santri yang menempuh pendidikan di lembaga-lembaga pendidikan Islam maupun pondok pesantren.
“Selain mengenang perjuangan para santri, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarlembaga serta membangun ukhuwah Islamiyah antarorganisasi masyarakat Islam sebagai fondasi persatuan bangsa. Kami juga berharap hubungan antara ulama dan umara semakin erat,” ungkap Maksum.
Ia bersyukur kegiatan dapat terlaksana dengan baik meskipun persiapan dilakukan dalam waktu singkat, “Alhamdulillah, walaupun dengan persiapan yang singkat, kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar,” tambahnya.
Maksum menegaskan, Hari Santri Nasional merupakan momentum penting untuk mengingat kembali kontribusi para santri dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Semangat tersebut, lanjutnya, perlu diteruskan melalui peran aktif santri dalam mengisi kemerdekaan dan mendukung pembangunan di berbagai bidang.
Karena itu, santri diharapkan tidak hanya memiliki pengetahuan agama yang kuat, tetapi juga mengembangkan sikap disiplin, berilmu, bertakwa, berakhlak mulia, serta bekerja keras demi kemajuan bangsa. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi para santri, untuk menghadapi tantangan zaman sekaligus berkontribusi positif di tengah masyarakat.
Sementara itu, Humas Pondok Pesantren Millenium Alfiena, Sofyan Tsauri, menyampaikan pendidikan pesantren memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan masa depan santri.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan pesantren tidak hanya diukur dari penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga dari ketakwaan, akhlak, dan manfaat yang diberikan santri kepada masyarakat, “Secara umum harapan pendidikan pesantren adalah agar santri menjadi insan yang bertakwa, berakhlaqulkarimah, bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Sofyan.
Ia menambahkan, peringatan Hari Santri Nasional menjadi kesempatan bagi para santri Pondok Pesantren Millenium Alfiena, untuk mengenang jasa para pendahulu yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia.
Peringatan Hari Santri diharapkan mampu menumbuhkan jiwa nasionalisme, memperkuat kecintaan terhadap Tanah Air, serta mendorong santri untuk terus menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Melalui Pawai Ta’aruf Hari Santri Nasional 2026 di Kecamatan Lengkong, semangat perjuangan, persatuan, dan pengabdian diharapkan semakin tertanam dalam diri para santri. Dengan bekal ilmu, ketakwaan, dan akhlak mulia, santri diharapkan mampu menjadi generasi penerus yang berkontribusi bagi agama, masyarakat, dan bangsa Indonesia.









