Puluhan santri dan perwakilan pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ubaidah Kertosono ambil bagian dalam penyambutan Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto. Kehadiran Kapolri tersebut, untuk mengunjungi Museum dan Rumah Singgah Ibu Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (17/10/2026).
Kehadiran orang nomor satu di jajaran Kepolisan Republik Indonesia (Polri) tersebut di Nganjuk, untuk mengenang perjuangan Marsinah, aktivis buruh yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim Irjen Dekananto Eko Purwono, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro, dan Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan yang didampingi Kapolsek Kertosono, Kompol Joni Suprapto serta jajarannya.
Pada kesempatan tersebut, para santri Ponpes Al Ubaidah memberikan penghormatan sekaligus berpartisipasi dalam menyambut kunjungan pimpinan tertinggi Polri tersebut. Salah satu santri Ponpes Al Ubaidah Kertosono, Edwinda Arun, mengungkapkan kebanggaannya karena berkesempatan menyambut kedatangan Kapolri di kawasan makam Marsinah. Baginya, pengalaman tersebut menjadi momen berkesan, terlebih karena ia dapat mengikuti kegiatan bersama Kapolsek Kertosono. “Pengalaman yang berkesan bisa berkesempatan menyambut Pak Kapolri, dan bisa berangkat bareng Pak Joni, Kapolsek Kertosono,” ujarnya.
Pengurus Ponpes Al Ubaidah, Rudi Hadi Wijaya, menyampaikan bahwa keikutsertaan puluhan santri dan pengurus pondok merupakan dukungan agenda kunjungan Kapolri di Kabupaten Nganjuk. Keterlibatan tersebut sekaligus mencerminkan penghormatan pihak pondok pesantren terhadap kunjungan kenegaraan yang berlangsung di kawasan makam tokoh pejuang buruh tersebut, “Kami mengirimkan puluhan santri dan perwakilan pengurus pondok untuk membersamai Kapolsek Kertosono dalam menyambut kedatangan Bapak Kapolri. Dengan ini, kami turut menyukseskan kegiatan kunjungan tersebut sekaligus sebagai bentuk penghormatan kepada Kapolri,” tuturnya.
Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk mengenang kiprah Marsinah dalam memperjuangkan hak-hak pekerja di Indonesia. Selain Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono, hadir pula Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro, Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) 0810/Nganjuk Letkol Arh M. Taufan Yudha Bhakti, Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Nganjuk.

Para santri Ponpes Al Ubaidah menyambut kunjungan Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto di Nganjuk, untuk ziarah di makam aktivis buruh Marsinah pada Sabtu (17/10/2026). (Dok. Pidcrew)
Sebelum menyambangi museum, Kapolri bersama rombongan terlebih dahulu berziarah ke makam Marsinah. Rombongan mengikuti doa bersama dan melakukan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan tokoh buruh tersebut. Agenda kemudian berlanjut dengan peninjauan museum yang menyimpan dokumentasi perjalanan hidup serta rekam perjuangan Marsinah.









