Nganjuk (22/3). Ribuan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ubaidah, Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur bersama warga sekitar memadati halaman pondok pesantren itu. Mereka melaksanakan salat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah pada Sabtu pagi (21/3/2026) dengan khidmat di tengah suasana kebersamaan yang kental.
Dalam khotbah Idul Fitri, KH Jerry Quarry mengajak para jamaah untuk menjadikan momentum hari raya sebagai pijakan untuk meningkatkan kualitas diri setelah melewati bulan suci Ramadan. Ia menekankan pentingnya mempertahankan nilai-nilai ibadah yang telah ditempa selama satu bulan penuh.
“Selama Ramadan kita telah berpuasa, melaksanakan salat malam (tarawih), mengkhatamkan Al Quran, iktikaf mencari Lailatul Qadar, serta menunaikan zakat. Kebaikan-kebaikan itu hendaknya tidak berhenti di sini, melainkan terus diamalkan dan diistiqomahkan pada bulan-bulan berikutnya,” tegasnya.
Selain itu, KH Jerry Quarry berpesan agar momen Idul Fitri dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menyambung tali persaudaraan atau silaturahmi. Ia mendorong jamaah untuk menyambung hubungan kekeluargaan, baik secara langsung maupun melalui pemanfaatan media sosial bagi mereka yang terkendala jarak.
Usai khotbah, rangkaian ibadah dilanjutkan dengan pembacaan sambutan tertulis Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi yang dibacakan oleh Humas Pondok Pesantren Al Ubaidah, Abdul Qohar. Dalam sambutannya, Bupati Nganjuk mengapresiasi kontribusi positif seluruh warga pesantren dalam menjaga kerukunan serta kedamaian di wilayah Kabupaten Nganjuk. Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dan semangat gotong royong dalam membangun daerah pasca-Ramadan.
Pelaksanaan salat Idul Fitri di lingkungan Ponpes Al Ubaidah ini menjadi wujud syukur dan pengharapan, agar umat Islam mampu membawa semangat ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari. Acara ditutup dengan ramah tamah antarsantri dan warga yang hadir menambah kehangatan perayaan 1 Syawal tahun ini.
