Ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ubaidah Kertosono turut mengiringi “Kirab Budaya Kabupaten Nganjuk”. Pawai tahunan yang berlangsung pada Minggu (14/6/2026) tersebut, untuk menyambut tahun baru Islam 1 Muharram sekaligus menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas rezeki dan hasil bumi yang melimpah.
Dalam sambutannya, Camat Kertosono Widi Cahyono menyampaikan kirab budaya bukan sekadar tradisi yang terus dijaga, tetapi juga menjadi sarana masyarakat untuk mengekspresikan rasa syukur kepada Allah SWT, “Kirab ini menjadi wujud kesyukuran kita, masyarakat Desa Pelem, kepada Allah SWT atas rezeki berupa hasil bumi yang melimpah,” ujarnya.
Keikutsertaan Ponpes Al Ubaidah dalam kegiatan tersebut, untuk membantu Pemerintah Daerah Nganjuk, untuk membangun masyarakat yang guyub dan rukun. Dalam pawai tersebut santri dan warga menyatu dalam satu irama kebangsaan. Humas Ponpes Al Ubaidah Kertosono, Abdul Khohar, menilai kirab budaya menjadi ruang yang baik untuk mempererat hubungan antarmasyarakat sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial.
“Kegiatan ini menjadi momentum untuk saling membantu dan saling menguatkan. Dari kebersamaan seperti inilah rasa persaudaraan antarlapisan masyarakat dapat terus tumbuh,” tuturnya.
Hal serupa juga dirasakan oleh salah satu santri Ponpes Al Ubaidah Kertosono, Khafiludin Yusac. Ia mengapresiasi keterlibatan pondok pesantren dalam kegiatan kemasyarakatan, untuk memperkuat hubungan antara santri dan warga.

Menurut pengamatannya selama mengikuti jalannya kirab, seluruh elemen masyarakat Desa Pelem hadir dan bergerak bersama dalam suasana yang tertib dan harmonis, “Kerukunan dan kekompakan masyarakat Desa Pelem terasa begitu kuat. Semua berjalan beriringan dengan tertata, seperti benang-benang yang saling merajut menjadi satu kesatuan yang indah,” ungkapnya.









