Toleransi antarumat beragama juga ditunjukkan personel SENKOM Mitra Polri dari Pondok Pesantren Al Ubaidah saat bersinergi dengan Polsek Kertosono, untuk mengamankan wilayah Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Rabu (20/5/2026) dalam acara Indonesian Walk for Peace (IWFP) 2026. Pengamanan tersebut dilakukan saat rombongan Bhikkhu IWFP 2026 melintas menuju Tempat Ibadah Tridharma (TITD) atau Kelenteng Poo San Sie.
Ketua SENKOM Mitra Polri Ponpes Al Ubaidah Kertosono, Muhammad Sodiq, mengatakan terdapat lima personel SENKOM yang diterjunkan dalam kegiatan pengamanan tersebut. Menurutnya, keterlibatan SENKOM menjadi bentuk sinergi nyata bersama aparat kepolisian dalam menjaga keamanan wilayah sekaligus memperkuat kerukunan masyarakat, “Dari SENKOM ada lima personel yang kami turunkan. Kami bersinergi dengan Polsek Kertosono demi menjaga wilayah tetap aman, tertib, dan damai selama kegiatan berlangsung,” ujarnya.
Tingginya antusiasme masyarakat dalam menyambut perjalanan spiritual para Bhikkhu membuat aparat dan relawan keamanan harus bekerja ekstra. Mereka menjaga kelancaran arus lalu lintas dan ketertiban di sepanjang jalan raya Kertosono. Ribuan warga tampak memadati pinggir jalan untuk menyaksikan secara langsung rombongan Bhikkhu yang berjalan kaki membawa pesan perdamaian dan toleransi antarumat beragama.
Untuk memastikan kegiatan berlangsung aman dan kondusif, personel Polsek Kertosono bersama anggota SENKOM Mitra Polri ditempatkan di sejumlah titik strategis. Mereka membantu mengatur lalu lintas, menjaga keramaian warga, hingga memastikan perjalanan para Bhikkhu tetap berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Ia menambahkan, keterlibatan SENKOM Mitra Polri dalam pengamanan kegiatan lintas agama bukan sekadar tugas sosial, melainkan juga bagian dari upaya membangun semangat toleransi di tengah masyarakat yang majemuk, “Kami selalu berupaya menjalin kerja sama dengan aparat dan masyarakat untuk menjaga kerukunan antarumat beragama, khususnya di wilayah Kecamatan Kertosono,” tambahnya.
Selain aparat keamanan, para santri Ponpes Al Ubaidah juga turut memeriahkan kedatangan rombongan Bhikkhu dengan memberikan semangat di sepanjang jalan raya depan pesantren. Kehadiran para santri menambah hangat suasana penyambutan sekaligus menunjukkan harmonisasi antarumat beragama di Kabupaten Nganjuk.
Salah satu santri Ponpes Al Ubaidah Kertosono, Syauqi Khomsani, menilai peran aparat keamanan sangat penting dalam kegiatan berskala besar seperti IWFP 2026. Menurutnya, pengamanan yang baik dapat menjaga kenyamanan masyarakat sekaligus membantu para Bhikkhu menjalankan perjalanan spiritual dengan khusyuk, “Kegiatan seperti ini memang harus dijaga dengan baik, terutama akses jalannya. Dengan begitu, para Bhikkhu bisa merasa aman dan nyaman selama menjalani perjalanan spiritualnya,” ungkapnya.

Momentum IWFP 2026 di Kertosono pun tidak hanya menjadi simbol perjalanan spiritual para Bhikkhu, tetapi juga memperlihatkan kuatnya kolaborasi antara aparat keamanan, pondok pesantren, dan masyarakat dalam menjaga nilai toleransi serta kedamaian antarumat beragama.









