AL UBAIDAH
  • Beranda
  • Pengurus Ponpes
  • Berita
    • Hukum
    • Kegiatan
    • Kesehatan
    • Nasional
    • Opini
    • Sosial Politik
  • Network
    • DPP LDII
    • Ponpes Wali Barokah
    • Ponpes Gading Mangu
    • Generus Indonesia
    • Nuansa Persada
  • Hubungi Kami
No Result
View All Result
Pondok Pesantren Al Ubaidah Kertosono
  • Beranda
  • Pengurus Ponpes
  • Berita
    • Hukum
    • Kegiatan
    • Kesehatan
    • Nasional
    • Opini
    • Sosial Politik
  • Network
    • DPP LDII
    • Ponpes Wali Barokah
    • Ponpes Gading Mangu
    • Generus Indonesia
    • Nuansa Persada
  • Hubungi Kami
No Result
View All Result
Pondok Pesantren Al Ubaidah Kertosono
No Result
View All Result
Home Nasional

MUI DKI Jakarta: Muballigh-Muballighoh Itu Profesi Mulia, Selalu Niat Karena Allah

March 4, 2022
in Nasional
0
MUI DKI Jakarta: Muballigh-Muballighoh Itu Profesi Mulia, Selalu Niat Karena Allah
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

Nganjuk (3/3). Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta, KH Munahar Muchtar silaturahim ke Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ubaidah Kertosono, pada Kamis (3/3). Ia berkunjung ke pesantren tersebut, usai menyerahkan bantuan korban erupsi Gunung Semeru kepada MUI dan DPD LDII Lumajang di kantor DPW LDII Jawa Timur pada Selasa (1/3).

Ia disambut oleh Pengasuh Ponpes Al Ubaidah, KH Ubaidillah Al Hasaniy, didampingi Ketua DPD LDII Nganjuk, Murkani, dan para pengurus ponpes. Di depan para santri ponpes tersebut, KH Ubaidillah memberi kata sambutan. Menurutnya, KH Munahar adalah seorang kyai yang gemar silaturahim.

RelatedPosts

Saat Munas X LDII, Habib Ubaidillah Ingatkan Keserakahan Picu Ketidakstabilan Global

Habib Ubaidillah Ajak Santri Adaptasi untuk Jawab Tantangan Zaman

“Silaturahim memperbanyak rezeki dari Allah, dan Allah memanjangkan umur,” ujar Kyai yang biasa disapa Kyai Ubaid. Menurutnya, para santri yang ada di sini adalah para calon juru dakwah, yang bakal menjadi muballigh-muballighoh.

Menurut Kyai Ubaid, dirinya tak merasa khawatir para santri bila masih berada di pesantren, “Mereka masih satu pemahaman dan satu cita-cita. Persoalannya bila mereka sudah terjun di tengah-tengah masyarakat, mereka akan banyak menghadapi tantangan,” papar Kyai Ubaid.

Ia mengkhawatirkan tapak kakinya beda, “Andaikan sama tapak kakinya tapi melangkahnya beda. Ada yang ke kanan ke kiri, ada yang ke depan, ada yang ke belakang, bahkan akhirnya kejeglong tidak terasa. Terperosok tidak terasa. Sekarang banyak ajaran sesat tapi sulit dideteksi, kelihatannya sama padahal tidak,” pungkas KH Ubaidillah.

Era media sosial, menurut KH Ubaid membuat pilar kebangsaan terancam radikalisme. Ia meminta KH Munahar untuk berceramah, memberikan wawasan agar para santri tetap istiqomah dalam berdakwah.

KH Munahar mengingatkan tugas muballigh-muballighoh tidak gampang dan tidak mudah, “Saya sama dengan kalian, menimba ilmu dan ditempa dengan ilmu pengetahuan. Tak ada yang mudah dalam meraih cita-cita, tapi dengan kesungguhan keberhasilan itu bisa diraih,” paparnya.

Ia mengingatkan mubaligh itu pekerjaan yang mulia, “Kita ini umat akhir zaman, juru dakwah itu profesi mulia karena berani mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran,” tegasnya.

KH Munahar mengingatkan, muballigh-muballighoh itu beragam pembawaannya, “Ada yang suka berdakwah dengan humor, tapi ada juga yang juga tidak bisa tertawa,” ujarnya. Tapi, seorang juru dakwah, harus menyampaikan selaras dengan kecerdasan umat, “Kalau umat yang dituju adalah petani, maka berdakwahlah melalui pertanian. Bila yang didakwahi teknokrat, maka juru dakwah harus bisa menjelaskan secara teknokrat,” ujarnya.

Ia membuat permisalan, juru dakwah bisa menjelaskan mobil dan pesawat bergerak karena mesin. Mesin dibuat manusia dari kecerdasan otak manusia, “Otak yang membuat Allah, jadi semua ini dari Allah,” ujarnya menjelaskan kepada para santri.

KH Munahar juga mengingatkan supaya berdakwah selalu disertai niat karena Allah, bukan karena uang atau harta, “Lihatlah juru dakwah yang berdakwah karena uang, dua tahun mereka menganggur karena pandemi Covid-19. Taka da panggilan untuk berceramah,” ujarnya. Sebaliknya, mereka yang berceramah tidak karena uang, masih terus diundang dan rezekinya terus mengalir.

Dakwah, menurutnya harus dilakukan dengan lemah lembut dan berakhlak mulia, “Tirulah Nabi Muhammad, tidak mendendam bila disakiti, diam ketika dicaci,” ujarnya. Kesabaran tersebut penting, agar umat Islam merasa sejuk.

Dakwah juga sifatnya tidak memaksa, tapi mendidik. Ia menyontohkan ada seseorang yang ingin berislam tapi tak ingin meninggalkan judi, zina, dan mabuk, “Lalu apa kata Nabi, ya silakan tapi jangan bohong,” ujarnya berkisah. Lalu fulan itu, berpikir kalau dia berzina, berjudi, dan mabuk saat ditanya Nabi Muhammad tentu tak bisa berbohong.

Karena itu, ia malah tidak berzina, berjudi, dan mabuk-mabukkan, “Suatu hari Nabi bertanya, apakah kamu masih mabuk, zina, dan berjudi? Lelaki itu menjawab tidak Nabi,” ujarnya. Di sinilah dakwah, tidak memaksa tapi mendidik.

Menutup tausiyah Kyai Munahar, Kyai Ubaid menambahkan bahwa mempunyai angan, harapan dan cita-cita menjadi seorang dai-daiyah atau muballigh-muballighoh itu sangat mulia, karena mendapat penghargaan langsung dari Rasulullah SAW seperti dalam sabdanya, “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mencari ilmu dan mengajarkannya”, juga seperti sabda Nabi pula, “Sebaik-baik manusia adalah orang yang mampu memberi manfaat pada manusia lain”.

Related Posts

KH Ubaidillah Alhasaniy: Saat Wabah Merebak Vaksin Bisa Jadi Wajib

KH Ubaidillah Alhasaniy: Saat Wabah Merebak Vaksin Bisa Jadi Wajib

by tege
September 28, 2021
0

Kertosono (28/9). Vaksinasi massal di berbagai daerah, yang diinisiasi oleh pesantren-pesantren di lingkungan LDII, mendapat apresiasi dari pejabat pemerintah di...

Fanatik Boleh, Tapi yang Utama Jaga Kerukunan

Fanatik Boleh, Tapi yang Utama Jaga Kerukunan

by tege
February 23, 2022
0

Nganjuk (22/2). Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ubaidah Kertosono mengundang Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Nganjuk, Mohammad Afif Fauzi, pada...

Polres Nganjuk: Kalau Kondisi Tidak Aman, Ibadah pun Jadi Sulit

Polres Nganjuk: Kalau Kondisi Tidak Aman, Ibadah pun Jadi Sulit

by tege
February 23, 2022
0

Ngajuk (23/2). Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ubaidah Kertosono, KH Ubaidillah Al Hasaniy, mengundang Kepolisian Resor (Polres) Nganjuk. Mereka diundang...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Saat Munas X LDII, Habib Ubaidillah Ingatkan Keserakahan Picu Ketidakstabilan Global

Saat Munas X LDII, Habib Ubaidillah Ingatkan Keserakahan Picu Ketidakstabilan Global

April 7, 2026
Meriahkan GenFest, De Sulthon Coffee Manjakan Selera Gen-Z

Meriahkan GenFest, De Sulthon Coffee Manjakan Selera Gen-Z

April 7, 2026
Hadiri Munas X LDII, Habib Ubaidillah Pesan Peserta Tunjukkan Budi Pekerti Luhur

Hadiri Munas X LDII, Habib Ubaidillah Pesan Peserta Tunjukkan Budi Pekerti Luhur

April 7, 2026
Sambut HUT ke-1089 Nganjuk, Ponpes Millenium Alfiena dan Warga Lengkong Gelar Aksi Bersih Saluran Air

Sambut HUT ke-1089 Nganjuk, Ponpes Millenium Alfiena dan Warga Lengkong Gelar Aksi Bersih Saluran Air

April 6, 2026
Ponpes Al Ubaidah Hadiri Halal Bihalal di Ponpes Wali Barokah

Ponpes Al Ubaidah Hadiri Halal Bihalal di Ponpes Wali Barokah

April 3, 2026
KH Jerry Quarry: Idul Fitri Momentum Pererat Persaudaraan

KH Jerry Quarry: Idul Fitri Momentum Pererat Persaudaraan

March 22, 2026

Komentar

  • adin mutohar on Ponpes Al Ubaidah Hadiri Undangan Halal Bihalal Bupati Nganjuk
  • agus sarwono on Gerakan Indonesia Asri, Ponpes Millenium Alfiena Gelar Kerja Bakti Bersama
  • adin mutohar on Gerakan Indonesia Asri, Ponpes Millenium Alfiena Gelar Kerja Bakti Bersama
  • Guru Sukarno on Kakankemenag Nganjuk Bekali Santri Ponpes Al Ubaidah Moderasi Beragama
  • Rey on Pengajian AkhirTahun Ponpes Al Ubaidah dan Alfiena Jadi Terobosan Bina Generasi Muda
Pondok Pesantren Al Ubaidah Kertosono

Pondok Pesantren Al Ubaidah adalah pondok pesantren yang berlokasi di Kabupaten Nganjuk, Kecamatan Kertosono, Jawa Timur. Pesantren ini bertujuan menyiarkan agama Islam berdasarkan Al-Qur’an dan Al-Hadits, serta membekali santri dengan life-skill (keterampilan) agar menjadi pribadi yang mandiri.

Berita Terkini

Saat Munas X LDII, Habib Ubaidillah Ingatkan Keserakahan Picu Ketidakstabilan Global

Saat Munas X LDII, Habib Ubaidillah Ingatkan Keserakahan Picu Ketidakstabilan Global

April 7, 2026
Meriahkan GenFest, De Sulthon Coffee Manjakan Selera Gen-Z

Meriahkan GenFest, De Sulthon Coffee Manjakan Selera Gen-Z

April 7, 2026

Alamat

Jl. Ahmad Yani No.100, Pelem, Kec. Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur 64314

© 1941-2026 Managed by DPP LDII

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pengurus Ponpes
  • Berita
    • Hukum
    • Kegiatan
    • Kesehatan
    • Nasional
    • Opini
    • Sosial Politik
  • Network
    • DPP LDII
    • Ponpes Wali Barokah
    • Ponpes Gading Mangu
    • Generus Indonesia
    • Nuansa Persada
  • Hubungi Kami

© 1941-2026 Managed by DPP LDII