Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Semarang mengajak santri Ponpes Al Ubaidah Kertosono untuk menjadi generasi penerus bangsa yang profesional sekaligus religius. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan presentasi pendidikan lanjutan yang diikuti ratusan santri peserta diklat mubaligh-mubalighoh di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ubaidah, Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur pada Selasa (16/6/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Ponpes Al Ubaidah dalam memperluas wawasan pendidikan para santri, sekaligus menyiapkan generasi yang siap bersaing di masa depan. Melalui kolaborasi dengan STIKES Semarang, para santri dikenalkan pada berbagai peluang untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Dalam kesempatan tersebut, dosen STIKES Semarang, Muhammad Muchsin Anshorudin, menyampaikan kendala ekonomi masih menjadi salah satu alasan yang kerap membuat banyak pelajar mengurungkan niat untuk melanjutkan studi, “Kendala yang sering terjadi adalah masalah ekonomi. Banyak yang sebenarnya memiliki minat untuk kuliah, namun terhalang oleh pendanaan,” ujarnya di hadapan lebih dari 800 santri.
Untuk menjawab tantangan tersebut, STIKES Semarang menghadirkan sejumlah program beasiswa bagi calon mahasiswa yang memenuhi kriteria tertentu, salah satunya jalur tahfiz. “Di STIKES Semarang kami memberikan kesempatan bagi para hafiz dan hafizah yang memiliki hafalan Al Quran minimal 5 juz untuk memperoleh pembebasan biaya selama masa studi,” jelasnya.
Selain jalur tahfiz, tersedia pula jalur prestasi bagi siswa yang memiliki capaian di bidang akademik maupun nonakademik.
“Bagi yang memiliki prestasi, seperti di bidang olahraga atau bidang lainnya, dapat mencoba mendaftar melalui jalur prestasi,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, mahasiswa STIKES Semarang, Muhammad Gibran Muhson, turut membagikan pengalamannya memperoleh kesempatan kuliah melalui program beasiswa. “Saya mengikuti program beasiswa tahfiz di STIKES Semarang dan saat ini menempuh pendidikan di Program Studi D3 Elektromedik,” ungkapnya.
Sementara itu, pembina tahfiz STIKES Semarang, Umbara Kurniawan, memberikan motivasi kepada para santri agar terus menempatkan ilmu sebagai bekal utama dalam meraih masa depan, “Nabi Sulaiman ketika diberi pilihan harta, tahta, atau ilmu, maka beliau memilih ilmu. Dan akhirnya dari ilmu tersebut Nabi Sulaiman bisa mendapatkan harta dan tahta,” terangnya.

Menanggapi kegiatan tersebut, Humas Ponpes Al Ubaidah Kertosono, Abdul Khohar, menegaskan komitmen pesantren dalam mencetak generasi yang tidak hanya kuat dalam nilai keagamaan, tetapi juga siap menghadapi tantangan global, “Ini menjadi salah satu langkah kami dalam mencetak generasi penerus bangsa yang tidak hanya memahami agama, tetapi juga memiliki kesiapan untuk bersaing dan berkontribusi di tengah perkembangan zaman,” tegasnya.









