Komando Distrik Militer (Kodim) 0810/Nganjuk menegaskan pentingnya pemahaman bela negara kepada para santri saat memberikan materi wawasan kebangsaan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ubaidah Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur. Pembekalan yang dihelat pada Jumat (22/5/2026) itu, bertujuan untuk mencegah lunturnya budaya warisan leluhur di kalangan generasi muda Indonesia.
Materi tersebut disampaikan Danramil Kertosono, Kapten CBA Sugiarto, kepada ratusan santri yang tengah menjalani pendidikan dan pelatihan (diklat) mubaligh dan mubalighot. Dalam pemaparannya, ia menyoroti kondisi generasi muda yang mulai meninggalkan budaya lokal akibat pengaruh budaya mancanegara, “Fenomena sekarang ini, mayoritas dari kita sudah terbawa arus budaya barat hingga melupakan budaya sendiri,” ujarnya.
Menurutnya, budaya asing yang tidak disaring dengan baik dapat memunculkan karakter generasi yang individualistis dan egois dalam kehidupan bermasyarakat, “Sekarang mulai banyak muncul generasi yang individualis serta egois. Mereka berpikir bebas tanpa batas dan bertindak semaunya sendiri,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Sugiarto mengajak para santri untuk memahami konsep bela negara serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk menjaga persatuan bangsa, “Dalam menjalani kehidupan bermasyarakat, kita harus mengedepankan sikap toleransi, baik antarumat beragama, suku, maupun ras yang berbeda,” jelasnya.
Pihak Ponpes Al Ubaidah Kertosono memfasilitasi kegiatan sosialisasi wawasan kebangsaan tersebut sebagai bentuk kontribusi pesantren dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sementara itu, Humas Ponpes Al Ubaidah Kertosono, Abdul Khohar, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut rutin digelar guna mencetak santri sebagai generasi bangsa yang tangguh dan berkarakter, “Ini menjadi langkah kami dalam mencetak generasi bangsa yang profesional dalam urusan duniawi dengan dilandasi pola pikir religius,” terangnya.

Sementara itu, salah satu santri, Aminudin Alim Ibrahim, mengaku mendapatkan banyak pemahaman baru terkait sikap yang harus dimiliki saat terjun ke masyarakat, “Alhamdulillah, materi bela negara ini sangat penting bagi kami. Kami jadi mendapat gambaran bagaimana menyikapi berbagai gejolak yang ada di masyarakat nantinya,” ungkapnya.









