Kodim 0810/Nganjuk yang diwakili Danramil Kertosono, Kapten CBA Sugiarto, memberikan pembekalan materi bela negara kepada para santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ubaidah Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur, pada Rabu (22/4/2026). Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya kewaspadaan santri terhadap pengaruh perang media di era digital.
Menanggapi konflik di Timur Tengah yang tengah menjadi sorotan dunia, Kapten CBA Sugiarto mengajak para santri Ponpes Al Ubaidah untuk lebih cermat dalam menyaring informasi yang beredar, khususnya di media sosial, “Sekarang marak beredar video-video yang terpotong di media sosial, video yang tidak utuh, sehingga hal itu bisa menggiring opini masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut menjadi tantangan bersama di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi. Karena itu, para santri diminta tidak mudah larut dalam tayangan yang belum jelas kebenarannya, “Perang saat ini dilakukan secara hybrid atau kombinasi, salah satunya melalui perang media. Tayangan-tayangan itu digunakan untuk memengaruhi pola pikir masyarakat sehingga opini publik dapat diarahkan,” tambahnya.
Sementara itu, pengajar Ponpes Al Ubaidah, Ust. Rudi Hadi Wijaya, mengatakan materi yang diberikan dalam Kodim 0810 sangat penting bagi para santri. Agar mereka juga mengetahui adanya perang informasi melalui media massa dan media sosial. Dengan pemahaman tersebut, para santri bisa berhati-hati dn berpartisipasi dalam menjagaka keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat, yang merupakan bagian dari bela negara, “Bela negara bukan hanya tugas aparat negara, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat,” tuturnya.






