Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, menyemarakkan Hari Santri Nasional 2026 dengan mengadakan perpustakaan keliling, yang mengunjungi pondok-pondok pesantren di kabupaten itu. Perpustakaan keliling tersebut, mengunjungi pula Pondok Pesantren (Ponpes) Millenium Alfiena Lengkong pada Sennin (26/10/2026).
Dua armada kendaraan perpustakaan itu disambut antusias oleh para santri dan dewan guru. Kehadiran mobil-mobil itu untuk memberikan akses bahan bacaan secara gratis kepada warga pondok pesantren. Para santri tampak antusias memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membaca beragam koleksi buku. Sejumlah dewan guru juga turut memanfaatkan layanan tersebut sebagai sarana menambah wawasan dan pengetahuan.
“Kunjungan kami merupakan bagian dari upaya memperkenalkan layanan perpustakaan sekaligus menumbuhkan budaya literasi di lingkungan pesantren. Momentum Hari Santri Nasional menjadi kesempatan yang tepat untuk memperluas jangkauan pelayanan perpustakaan hingga ke pondok pesantren,” papar Perwakilan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Nganjuk, Iluh Abandi.
Selama ini, layanan perpustakaan keliling lebih banyak menjangkau masyarakat umum dan sekolah. Kunjungan ke Ponpes Millenium Alfiena menjadi pengalaman pertama bagi pihak dinas dalam menghadirkan layanan tersebut di pesantren ini. Mereka berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan kecintaan santri terhadap buku dan kebiasaan membaca.
“Di tengah perkembangan teknologi digital, buku fisik dinilai tetap memiliki peran penting sebagai sumber pengetahuan dan sarana memperluas wawasan. Layanan serupa juga diharapkan dapat diagendakan kembali pada tahun-tahun mendatang,” imbuh Iluh.
Ketua DPD LDII Kabupaten Nganjuk, Murkani, menjelaskan perpustakaan keliling merupakan salah satu kegiatan yang direncanakan dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026. Dalam proses perencanaan tersebut, pihaknya mengusulkan Ponpes Millenium Alfiena sebagai salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan.
Pemilihan lokasi mempertimbangkan kondisi lingkungan pondok, kebersihan, serta kelayakan gedung untuk mendukung pelaksanaan kegiatan agar berjalan dengan baik. Murkani juga menyampaikan, kegiatan ini tidak sekadar menghadirkan layanan membaca, tetapi juga mengenalkan pelayanan pemerintah di bidang perpustakaan kepada lingkungan pesantren. Dengan demikian, santri dapat memanfaatkan fasilitas yang tersedia untuk memperkaya pengetahuan di luar kegiatan pembelajaran rutin.
Ia berharap pengembangan budaya literasi dapat memperluas wawasan santri sekaligus mendukung pendalaman ilmu yang mereka pelajari di pondok pesantren. Sementara itu, Humas Ponpes Millenium Alfiena, Sofyan Tsauri, menyambut baik kehadiran layanan perpustakaan keliling tersebut. Menurutnya, fasilitas ini memberikan tambahan akses informasi bagi santri melalui beragam bahan bacaan yang dapat dijadikan referensi di luar materi pengajian.
Sofyan menjelaskan kesempatan membaca berbagai sumber pengetahuan dapat membantu santri memperluas wawasan umum mereka. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi juga menjadi hal penting agar santri mampu menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan pendalaman ilmu agama.
Kehadiran perpustakaan keliling diharapkan dapat menjadi pengalaman positif yang mendorong santri semakin akrab dengan buku. Melalui kebiasaan membaca, santri memiliki kesempatan untuk mengenal berbagai bidang ilmu sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir dan memperluas sudut pandang.

Kegiatan literasi dalam rangka Hari Santri Nasional 2026 ini menjadi salah satu upaya memperkuat pendidikan di lingkungan pesantren. Sinergi antara pemerintah, LDII, dan pondok pesantren diharapkan dapat terus membuka akses pengetahuan yang lebih luas bagi generasi muda.
“Dengan tumbuhnya budaya membaca, diharapkan lahir generasi santri yang tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki wawasan pengetahuan umum, menguasai perkembangan teknologi, serta siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” harap Sofyan.









