Puluhan pendekar dari berbagai perguruan silat di Kecamatan Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur, menyatakan kesiapan mereka untuk mengawal dan menyukseskan Kirab Budaya Kabupaten Nganjuk. Pawai tersebut bakal digelar pada Minggu, (14/6/2026).
Komitmen tersebut lahir dalam rapat koordinasi sekaligus latihan gabungan yang dihelat di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ubaidah, yang mempertemukan jajaran Tiga Pilar Kelurahan Pelem, Kecamatan Kertosono. Mereka menggandeng para perwakilan perguruan silat, para rapat yang dihelat pada Sabtu (6/6/2026).
Pertemuan ini membahas strategi pengamanan, pengawalan, serta penyambutan Bupati Nganjuk bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) selama pelaksanaan kirab budaya berlangsung. Lurah Pelem, Iman Hidayat, menegaskan bahwa keberhasilan sebuah kegiatan besar tidak hanya ditentukan oleh panitia dan aparat keamanan, melainkan juga dukungan seluruh elemen masyarakat.
Karena itu, ia mengapresiasi keterlibatan para pendekar yang siap menjaga situasi tetap aman dan kondusif, “Kebersamaan yang kita bangun hari ini menjadi cerminan Kertosono yang aman dan damai. Mari kita sambut kehadiran Bapak Bupati dan Forkopimda dengan semangat persatuan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Koramil Kertosono, Peltu Sumanto, mengajak para pesilat, khususnya generasi muda, untuk terus menjaga persaudaraan dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai provokasi yang dapat memicu konflik, “Sebagai generasi penerus, kalian harus tangguh, rukun, dan tetap menjaga kekompakan. Jangan mudah tersulut provokasi. Hadapi setiap persoalan dengan kepala dingin atau memiliki ‘sumbu lambat’ dalam menyikapi segala hal,” tegasnya.
Sementara itu, pelatih dari Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Yayak Agus Subiyantoro, mengingatkan pencak silat mengajarkan pengendalian diri, bukan sekadar kemampuan bertarung. Menurutnya, nilai-nilai luhur yang diwariskan dalam pencak silat harus menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, “Pencak silat bukan tentang siapa yang paling kuat atau paling unggul. Seorang pendekar harus mampu mengendalikan ego, saling mengalah, serta mengedepankan prinsip saling asah, asih, dan asuh,” katanya.
Salah satu peserta latihan gabungan, Alim Aminudin, menyambut baik kegiatan yang mempertemukan berbagai perguruan silat tersebut. Menurutnya, forum semacam ini menjadi sarana mempererat persaudaraan sekaligus menyamakan komitmen untuk menjaga keamanan selama pelaksanaan Kirab Budaya.
“Melalui kegiatan ini, kami bisa saling mengenal dan memperkuat komunikasi antarperguruan. Kami sepakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah dan mendukung suksesnya Kirab Budaya Kabupaten Nganjuk,” ujarnya.

Melalui rapat koordinasi dan latihan gabungan tersebut, seluruh perguruan silat yang hadir sepakat untuk bersatu menjaga keamanan dan ketertiban selama Kirab Budaya Kabupaten Nganjuk 2026 berlangsung. Sinergi antara aparat, pemerintah kelurahan, dan komunitas pencak silat diharapkan mampu menciptakan suasana yang aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan.









