Setiap manusia akan menghadapi berbagai ujian dalam menjalani kehidupan. Ujian tersebut tidak selalu berupa kesulitan, tetapi juga dapat hadir melalui kesenangan dan berbagai kenikmatan. Setiap keadaan menjadi kesempatan bagi seorang muslim untuk menunjukkan rasa syukur dan kesabarannya.
Hal tersebut disampaikan Guru Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ubaidah Ust. Rudy Hadi Wijaya dalam nasihat usai salat Jumat (6/11/2026) di Ponpes Al Ubaidah Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur.
“Ketika Allah SWT memberikan cobaan kepada hamba-Nya, hendaknya kita mengutamakan rasa syukur dan sabar. Sebab, melalui kedua sikap tersebut, seorang muslim dapat menjalani ujian kehidupan dengan baik dan mengharapkan balasan surga dari Allah SWT,” tuturnya.
Ia menjelaskan, ujian kehidupan dapat hadir dalam berbagai bentuk, baik berupa kesulitan maupun kenikmatan. Kesenangan, kelapangan rezeki, kesehatan, hingga berbagai kemudahan juga menjadi ujian yang harus disikapi dengan benar. Ketika menghadapi keadaan yang tidak menyenangkan, seorang muslim dituntut untuk bersabar. Sebaliknya, ketika memperoleh kenikmatan, hendaknya senantiasa bersyukur kepada Allah SWT.
Menurutnya, kehidupan yang serba berkecukupan dan kondisi yang relatif aman saat ini, merupakan nikmat besar yang patut disyukuri. Berbagai kemudahan yang tersedia memungkinkan umat Islam, untuk lebih leluasa menjalankan ibadah sekaligus meneruskan perjuangan agama.
“Kita yang hidup di zaman yang aman dan serba ada ini, ibadah tinggal menjalankannya. Karena itu, jangan sampai kemudahan yang diberikan justru membuat kita lalai. Salah satu wujud syukur adalah dengan meneruskan perjuangan agama dan semakin menyemangati diri dalam beribadah,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan agar para santri memanfaatkan berbagai kemudahan tersebut untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah. Kesempatan untuk menambah amalan sunah terbuka luas, mulai dari puasa Nabi Daud, puasa Senin-Kamis, salat tahajud, salat duha, hingga berbagai amalan lainnya.
Ia menegaskan, kesempatan beramal tersebut hendaknya tidak disia-siakan. Sebab, kehidupan dunia merupakan kesempatan bagi setiap muslim untuk mempersiapkan bekal menuju akhirat. Hal itu sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Az-Zukhruf ayat 72, “Wa tilkal-jannatul-latii uuristumuuhaa bimaa kuntum ta’maluun,” yang berarti, “Itulah surga yang diwariskan kepadamu disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan.”
Selain memperbanyak amalan, ia juga mengajak para santri untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui doa. Menurutnya, Allah SWT senang apabila hamba-Nya semakin banyak memohon dan meminta kepada-Nya. Hal tersebut menjadi salah satu bentuk kedekatan seorang hamba dengan Sang Pencipta.
“Perbedaan kita sebagai manusia dengan Allah SWT, ketika manusia dimintai sesuatu terkadang merasa kesal. Namun, Allah SWT justru senang ketika hamba-Nya semakin banyak meminta dan berdoa kepada-Nya,” paparnya.
Melalui nasihat tersebut, ia mengajak seluruh santri untuk selalu memelihara rasa syukur dan kesabaran dalam setiap keadaan. Nikmat kehidupan, kondisi yang aman, serta kesempatan untuk beribadah hendaknya menjadi dorongan untuk semakin meningkatkan amal saleh. Dengan demikian, setiap kemudahan yang diterima tidak berlalu sia-sia, melainkan menjadi bekal untuk meraih kehidupan yang baik di akhirat.









