AL UBAIDAH
  • Beranda
  • Pengurus Ponpes
  • Berita
    • Hukum
    • Kegiatan
    • Kesehatan
    • Nasional
    • Opini
    • Sosial Politik
  • Network
    • DPP LDII
    • Ponpes Wali Barokah
    • Ponpes Gading Mangu
    • Generus Indonesia
    • Nuansa Persada
  • Kontak Pengurus
No Result
View All Result
Pondok Pesantren Al Ubaidah Kertosono
  • Beranda
  • Pengurus Ponpes
  • Berita
    • Hukum
    • Kegiatan
    • Kesehatan
    • Nasional
    • Opini
    • Sosial Politik
  • Network
    • DPP LDII
    • Ponpes Wali Barokah
    • Ponpes Gading Mangu
    • Generus Indonesia
    • Nuansa Persada
  • Kontak Pengurus
No Result
View All Result
Pondok Pesantren Al Ubaidah Kertosono
No Result
View All Result
Home Opini

Nikmat Kemudahan Jangan Membuat Lalai Beribadah

November 6, 2026
in Opini
0
Nikmat Kemudahan Jangan Membuat Lalai Beribadah
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

Setiap manusia akan menghadapi berbagai ujian dalam menjalani kehidupan. Ujian tersebut tidak selalu berupa kesulitan, tetapi juga dapat hadir melalui kesenangan dan berbagai kenikmatan. Setiap keadaan menjadi kesempatan bagi seorang muslim untuk menunjukkan rasa syukur dan kesabarannya.

Hal tersebut disampaikan Guru Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ubaidah Ust. Rudy Hadi Wijaya dalam nasihat usai salat Jumat (6/11/2026) di Ponpes Al Ubaidah Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur.

RelatedPosts

Ada Kewajiban Seorang Muslim yang Tak Boleh Diabaikan, Apa Itu?

Muhasabah Amalan, Jangan Sampai Kesibukan Lalaikan Akhirat

“Ketika Allah SWT memberikan cobaan kepada hamba-Nya, hendaknya kita mengutamakan rasa syukur dan sabar. Sebab, melalui kedua sikap tersebut, seorang muslim dapat menjalani ujian kehidupan dengan baik dan mengharapkan balasan surga dari Allah SWT,” tuturnya.

Ia menjelaskan, ujian kehidupan dapat hadir dalam berbagai bentuk, baik berupa kesulitan maupun kenikmatan. Kesenangan, kelapangan rezeki, kesehatan, hingga berbagai kemudahan juga menjadi ujian yang harus disikapi dengan benar. Ketika menghadapi keadaan yang tidak menyenangkan, seorang muslim dituntut untuk bersabar. Sebaliknya, ketika memperoleh kenikmatan, hendaknya senantiasa bersyukur kepada Allah SWT.

Menurutnya, kehidupan yang serba berkecukupan dan kondisi yang relatif aman saat ini, merupakan nikmat besar yang patut disyukuri. Berbagai kemudahan yang tersedia memungkinkan umat Islam, untuk lebih leluasa menjalankan ibadah sekaligus meneruskan perjuangan agama.

“Kita yang hidup di zaman yang aman dan serba ada ini, ibadah tinggal menjalankannya. Karena itu, jangan sampai kemudahan yang diberikan justru membuat kita lalai. Salah satu wujud syukur adalah dengan meneruskan perjuangan agama dan semakin menyemangati diri dalam beribadah,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan agar para santri memanfaatkan berbagai kemudahan tersebut untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah. Kesempatan untuk menambah amalan sunah terbuka luas, mulai dari puasa Nabi Daud, puasa Senin-Kamis, salat tahajud, salat duha, hingga berbagai amalan lainnya.

Ia menegaskan, kesempatan beramal tersebut hendaknya tidak disia-siakan. Sebab, kehidupan dunia merupakan kesempatan bagi setiap muslim untuk mempersiapkan bekal menuju akhirat. Hal itu sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Az-Zukhruf ayat 72, “Wa tilkal-jannatul-latii uuristumuuhaa bimaa kuntum ta’maluun,” yang berarti, “Itulah surga yang diwariskan kepadamu disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan.”

Selain memperbanyak amalan, ia juga mengajak para santri untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui doa. Menurutnya, Allah SWT senang apabila hamba-Nya semakin banyak memohon dan meminta kepada-Nya. Hal tersebut menjadi salah satu bentuk kedekatan seorang hamba dengan Sang Pencipta.

“Perbedaan kita sebagai manusia dengan Allah SWT, ketika manusia dimintai sesuatu terkadang merasa kesal. Namun, Allah SWT justru senang ketika hamba-Nya semakin banyak meminta dan berdoa kepada-Nya,” paparnya.

Melalui nasihat tersebut, ia mengajak seluruh santri untuk selalu memelihara rasa syukur dan kesabaran dalam setiap keadaan. Nikmat kehidupan, kondisi yang aman, serta kesempatan untuk beribadah hendaknya menjadi dorongan untuk semakin meningkatkan amal saleh. Dengan demikian, setiap kemudahan yang diterima tidak berlalu sia-sia, melainkan menjadi bekal untuk meraih kehidupan yang baik di akhirat.

Tags: NasihatNasihat JumatSalat Jumat

Related Posts

Santri Bisa Jadi Solusi Bangsa yang Terpuruk

Santri Bisa Jadi Solusi Bangsa yang Terpuruk

by tege
October 18, 2015
0

Jakarta (22/10). Presiden Joko Widodo menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015. Sejak...

Murur dan Tanazul Jadi Kekhawatiran Jamaah Haji, Berikut Penjelasan Pembina Ponpes Al Ubaidah

Murur dan Tanazul Jadi Kekhawatiran Jamaah Haji, Berikut Penjelasan Pembina Ponpes Al Ubaidah

by admin_lc
May 22, 2026
0

Dalam tiga tahun terakhir pelaksanaan ibadah haji, para jamaah mempertanyakan keabsahan pelaksanaan haji mereka bila tidak bermalam di Muzdalifah (murur)...

Muhasabah Amalan, Jangan Sampai Kesibukan Lalaikan Akhirat

Muhasabah Amalan, Jangan Sampai Kesibukan Lalaikan Akhirat

by admin_lc
October 25, 2026
0

Manusia yang cerdas menurut Rasulullah adalah mereka yang selalu menghitung amalannya. Kebiasaan ini semacam perilaku mengevaluasi diri, agar kehidupan dunia...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Nikmat Kemudahan Jangan Membuat Lalai Beribadah

Nikmat Kemudahan Jangan Membuat Lalai Beribadah

November 6, 2026
Ponpes Al Ubaidah Tekankan Pentingnya Komunikasi dan Kehangatan Keluarga

Ponpes Al Ubaidah Tekankan Pentingnya Komunikasi dan Kehangatan Keluarga

October 30, 2026
Ada Kewajiban Seorang Muslim yang Tak Boleh Diabaikan, Apa Itu?

Ada Kewajiban Seorang Muslim yang Tak Boleh Diabaikan, Apa Itu?

October 30, 2026
Ponpes Al Ubaidah Bekali Guru dengan Psikologi Pendidikan

Ponpes Al Ubaidah Bekali Guru dengan Psikologi Pendidikan

October 28, 2026
Perpustakaan Keliling Sapa Ponpes Millenium Alfiena, Santri dan Dewan Guru Antusias Membaca

Perpustakaan Keliling Sapa Ponpes Millenium Alfiena, Santri dan Dewan Guru Antusias Membaca

October 28, 2026
Ponpes Al Ubaidah Helat Seremoni Puncak Hari Santri Nasional 2026

Ponpes Al Ubaidah Helat Seremoni Puncak Hari Santri Nasional 2026

October 26, 2026

Komentar

  • adin mutohar on Kunjungi Ponpes Al Ubaidah, Polsek Kertosono Undang Apel Kamtibmas
  • ALI HASAN ALHUDA 354 on Polres Nganjuk: Santri Harus Bentengi Diri dari Radikalisme dengan Pemahaman Agama yang Benar
  • Adi Iskandar on Meriahkan GenFest, De Sulthon Coffee Manjakan Selera Gen-Z
  • Kusuma Warsito Atmaja on Meriahkan GenFest, De Sulthon Coffee Manjakan Selera Gen-Z
  • adin mutohar on Ponpes Al Ubaidah Hadiri Undangan Halal Bihalal Bupati Nganjuk
Pondok Pesantren Al Ubaidah Kertosono

Pondok Pesantren Al Ubaidah adalah pondok pesantren yang berlokasi di Kabupaten Nganjuk, Kecamatan Kertosono, Jawa Timur. Pesantren ini bertujuan menyiarkan agama Islam berdasarkan Al-Qur’an dan Al-Hadits, serta membekali santri dengan life-skill (keterampilan) agar menjadi pribadi yang mandiri.

Berita Terkini

Nikmat Kemudahan Jangan Membuat Lalai Beribadah

Nikmat Kemudahan Jangan Membuat Lalai Beribadah

November 6, 2026
Ponpes Al Ubaidah Tekankan Pentingnya Komunikasi dan Kehangatan Keluarga

Ponpes Al Ubaidah Tekankan Pentingnya Komunikasi dan Kehangatan Keluarga

October 30, 2026

Alamat

Jl. Ahmad Yani No.100, Pelem, Kec. Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur 64314

Google Map

© 1941-2026 Managed by DPP LDII

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pengurus Ponpes
  • Berita
    • Hukum
    • Kegiatan
    • Kesehatan
    • Nasional
    • Opini
    • Sosial Politik
  • Network
    • DPP LDII
    • Ponpes Wali Barokah
    • Ponpes Gading Mangu
    • Generus Indonesia
    • Nuansa Persada
  • Kontak Pengurus

© 1941-2026 Managed by DPP LDII